DARI LEMBAH CITA-CITA

Ada orang yang hidup, sampai tubuhnya di dalam kubur, sampai tulang hancur di dalam tanah, namanya dan hidupnya pun turut habis dengan tubuhnya. Tidak menjadi peringatan orang lagi. Sebab hidupnya tidak berhaluan. Ada pula orang yang tambah hilang jasmaninya, tambah timbul kehidupannya, tambah digali orang, tambah diperiksa orang. Diselidiki dan ditilik. Sehingga kian habis badannya itu, kian hidup namanya.

Orang pertama, lebih banyak hidupnya dengan menarik nafas turun naik, buat dia itulah darah hidup. Dia takut mati karena mencintai hidup, padahal dalam kehidupannya (sungguh) dia telah mati. Tetapi orang yang kedua, dia menyelidiki alam dan mendapat dalam penyelidikannya. Dia adalah orang yang tidak takut mati, lantaran mencari (makna) hidup. Maka hiduplah dia, walaupun jasadnya sudah mati.

#BuyaHamka
(Dari Lembah Cita-Cita 1946)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *